Reaksi lawan-lawan Ahok persoalan Sumber Waras tak langgar hukum
KRIMINAL NEWS PERISTIWA POLITIK

Reaksi lawan-lawan Ahok persoalan Sumber Waras tak langgar hukum

Reaksi lawan-lawan Ahok persoalan Sumber Waras tak langgar hukum

PeritwiNews.com – KPK menyimpulkan pembelian 3,6 hektare lahan RS Sumber Waras senilai Rp 755 miliar oleh Pemprov DKI
pada tahun th 2014 tidak ditemukan kerugian negara dan perbuatan melawan hukum.
Kesimpulan ini berbeda dengan audit BPK yang menyatakan ada kerugian sebesar Rp 191 miliar.
Para lawan Ahok pun tidak terima atas kesimpulan KPK.

Dalam rapat kerja bersama dengan Komisi III DPR, Selasa (15/6), Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan para penyidik KPK {sudah|telah|udah} menyelidiki data BPK termasuk hasil audit.

“Data BPK belum memadai indikasi kerugian negara. Jadi penyidik kami tidak menemukan kelakuan melawan hukumnya.
Nah oleh dikarenakan itu jalan satu-satunya kami lebih baik mengundang BPK, ketemu bersama dengan penyidik kami,” kata Agus di sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6).

“Kalau dari situ (hasil pemeriksaan) kan artinya (kasus) telah selesai. Perbuatan melawan hukumnya selesai,” imbuhnya.

Agus mengatakan, KPK bakal  langsung mengundang BPK, “Dalam waktu dekat inilah (mengundang BPK), apakah minggu depan atau minggu berikut, pokoknya sebelum saat Hari Raya,” imbuhnya.

Apa reaksi lawan-lawan Ahok yang sepanjang ini menyerang dia dengan masalah Sumber Waras?

Salah satunya Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang lebih-lebih sempat berkunjung ke RS Sumber Waras bersama dengan dalih pengawasan bagian dewan. “Nah saya sendiri juga yang menyaksikan bahwa semestinya ada berlangsung kesalahan-kesalahan prosedur yang membawa dampak kerugian negara,” tegas Fadli usai mengikuti acara membuka puasa bersama dengan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku tetap menunggu pernyataan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena BPK merupakan instansi yang mengaudit temuan kerugian negara di dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras.

“Kita menyaksikan nanti juga bagaimana jawaban dari BPK. Karena ini menyangkut kinerja dari BPK, terkecuali BPK hasil audit investigasi dianggap keliru dan lantas ini dapat diabaikan, saya kira ini bakal menjadi tidak baik termasuk di dalam sistem audit kita,” ujarnya.

Mari bergabung dengan kami LIve Kasino terpercaya

Demikian termasuk anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman menilai kesimpulan KPK tersebut belum final dan masih dapat berubah.

Hal ini dikarenakan KPK dijadwalkan dapat kembali memanggil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mencocokkan hasil temuan mereka masing-masing. “Jadi gini ini kan baru hasil sementara, bahwa mereka |bakal mempertemukan penyidik BPK bersama penyidik KPK untuk mengkosolidasikan hasil temuan, jadi (keputusan) ini bisa berubah,” kata Prabowo waktu dihubungi, Selasa (14/6).

Sedangkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana dengan sebutan lain “Lulung” bersama dengan nada nyinyir menyatakan telah memprediksi Ahok bakal lolos dari Kasus Sumber Waras. “Doa saya terkabul terkecuali Ahok tak terlibat. Tetapi publik ini tidak paham semua, tidak ibuka semua persoalan kebijakan,” katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (14/6).

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta tidak pernah mengeluarkan surat penunjukan tanah Sumber Waras untuk dibeli. Sehingga pembelian lahan ini hanya berdasarkan perintah dari Basuki atau akrab disapa Ahok.

“Ingat, surat penunjukan atas tanah itu belum keluar, lebih dulu transaksi berasal dari pada penunjukkan tanah. Artinya tidak ada surat penunjukan. Artinya membeli tanah atas keinginan Ahok sendiri,” terang politisi PPP ini.

Lulung berharap kepada KPK untuk membuka hasil audit investigasi yang dilaksanakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Bagaimana transaksinya itu, terkecuali nomenklatur beli, surat pelimpahan hak enggak ada. Jadi doa saya terkabul dan publik telah paham ujungnya bakal begini,” ungkapnya.

Satu lagi, komentar nyinyir datang dari musisi Ahmad Dhani. Dia bahkan beranggapan komisi antirasuah itu bermaksud menghentikan kasus tersebut.

“KPK rela keluarkan SP3 bahwa Ahok tidak bersalah, mantab,” tulis Dhani dalam akun Twitternya, Selasa (14/6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *