Rizieq janji Pulang Asal Tidak DiTahan
KULINER NEWS PERISTIWA POLITIK

Rizieq janji Pulang Asal Tidak DiTahan

Rizieq janji Pulang Asal Tidak DiTahan

PertiwiNews.com – Memang hebat sang ketua FPI Rizieq. Setelah kabur ke Arab, mengatakan kalau dirinya akan melawan hukum karena
dirinya ‘dikriminalisasi’, lalu meminta bantuan ke PBB, sekarang Pengacara Rizieq dengan arogannya memberikan syarat ke Kepolisian agar
dirinya pulang. Eggie, Koordinator Kuasa Hukum Rizieq meminta kepolisian berjanji usai Rizieq pulang ke Indonesia maka kliennya
tak ditahan dan hanya sebatas dimintai keterangan atas status sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat berbau pornografi dengan
seorang wanita bernama Firza Husein.

“Kita menekankan kepada polisi sudikiranya tahapan Peraturan Kapolri ini kita inginkan gelar perkara. Kita menjamin kehadiran Habib Rizieq, datang, asal pihak kepolisian juga menjamin kehadiran Habib tidak ditahan hanya dimintai keterangan sebagai yang dimaksud, ya kalau sekarang sebagai tersangka,” kata Eggie

Hebat bukan? Rizieq itu memangnya siapa bisa meminta ini itu ke Polisi? Dirinya hanya Ketua Ormas yang tersangkut kasus Pornografi. Dirinya bukan penjabat, bukan tentara, bukan menteri, bukan siapa-siapa. Mana bisa dengan entengnya memberikan syarat kepada Polisi?

Menurut Eggie, apabila permintaan ini tak dikabulkan, maka ia menyebut dugaan diskriminasi terhadap kliennya menjadi terbukti. Pihak Rizieq juga membandingkan kasus ini dengan kasus Ahok. Katanya kasus Ahok itu di-istimewakan.

“Kasus Ahok kan belum lama 3 bulan lalu itu sangat transparan (diistimewakan). Pendukungnya juga boleh datangi saksi, tapi kenapa buat Rizieq tidak? Siapa yang membuat diskriminasi kalau begini?” kata Eggie.

janji Pulang Asal Tidak DiTahan

Nah, inilah pemikiran sesat. Sejak kapan pendukung Ahok mendatangi saksi sidang? Apalagi siapa saksi kasus Rizieq? Yang ada cuman bukti rekaman sex chat yang sudah menyebar luas. Saksinya ya bisa semua orang. Atau memakai saksi ahli untuk menganalisa rekaman sex chat tersebut.

Kasus Ahok adalah kasus yang benar-benar contoh mutlak dari politisasi. Awal kasus berasal dari video editan, dimana pembuat video editan tersebut juga terjerat kasus. Lalu video editan ini diblow-up hingga seolah-olah Ahok menistakan agama.

Saat itu Ahok masih belum dijadikan tersangka, toh buktinya lemah. Justru akibat tekanan massa yang konon katanya 7 juta orang, akhirnya polisi terpaksa membuat Ahok menjadi tersangka hingga dirinya dipenjara.

Apa kesamaan kasus Ahok dengan Rizieq? Tidak ada yang mirip pun. Yang satu kriminalisasi asli sedangkan yang satu cuman teriak kriminalisasi. Yang satu buktinya video editan yang satu buktinya jelas.

Belum lagi Ahok sangat kooperatif dalam sidang, dirinya tidak kabur ke Arab dengan beribu alasan. Justru Rizieq yang menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan kabur dan melawan hukum. Malahan mau membawa masalah ini ke PBB pula. Belum lagi pernyataan koplak ada 3 negara yang siap memberikan suaka.

Bisa dibilang Rizieq sudah melawan sekuat tenaga. Dirinya tahu kalau dirinya menginjakkan kaki ke Indonesia, nasibnya akan tamat. Jejak hukum Rizieq buruk, sudah pernah dipenjara. Belum lagi sikapnya yang menghina pihak lain hingga memanen laporan ke polisi.

Pengacara Rizieq teriak soal UUD 45 pasal 27 ayat 1 dimana semua rakyat sama dihadapan hukum. Tapi pada saat yang sama meminta keistimewaan dengan cara minta Jokowi turun tangan, minta Rizieq tidak ditahan, dll.

Logika mereka ditaruh dimana? Apakah pikiran mereka masih dipakai?

“Dan dalam konteks diskriminatif ini kami lihat Ahok sangat dikecualikan. Kita melihat untuk kasus Ahok tidak ada sedikit pun dia dikejar-kejar dan saat tersangka bahkan terdakwa masih ikut pilkada,” tukas Eggie.

Ini sudah koplak luar binasa. Ahok tidak dikejar karena dirinya TIDAK KABUR. Rizieq dengan sangat jelas KABUR keluar negeri. Makanya polisi menetapkan Rizieq masuk DPO, dirinya jelas tidak mau bekerja sama dengan polisi.

Sepertinya Rizieq tidak bakal rela pulang sendiri. Bila pihak Imigrasi sudah membatalkan paspor Rizieq, kepolisian Arab akan mendeportase Rizieq. Toh, tinggal secara ilegal.

Kita tunggu saja episode ‘dipulangkan’. Yang penting ‘kepulangan’ Rizieq harus disiarkan live, biar semua orang bisa melihat raut mukanya saat turun dari pesawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *