Jokowi Layak Menyandang Bapak Pembangunan
NEWS PERISTIWA POLITIK

Jokowi Layak Menyandang Bapak Pembangunan

Jokowi Layak Menyandang Bapak Pembangunan

PertiwiNews.com – Jokowi lahir sebagai orang kampung , badannya krempeng kayak kurang gizi. Wajahnya jauh dari namanya tampan. Tetapi punya kekuatan dahsyat melebihi superman. Adu panco saja, Jokowi pasti menang. Karena superman cuma ilusi / omong kosong.

Mana ada superman di dunia nyata ?
Saat mau terbang, superman kok berlari lari berusaha mengibar ibarkan kain sarung yang diikat di lehernya. Nama Jokowi berkibar kibar di seantreo negeri ini dan di luar negeri. Sejak Jokowi menunjukkan nasionalisme dengan menggunakan mobil buatan dalam negeri. Mobil buatan dalam negeri sesungguhnya dibuat dalam model rakitan di Klaten.

Nasionalisme Jokowi mengundang simpati semua orang. Apalagi dalam kapasitasnya sebagai walikota Solo kok tidak malu , malah bangga bangga mengendarai mobil buatan dalam negeri dengan merk ” Esemka “. Berkat mobil ” Esemka “, nama Jokowi meroket. Jokowi mencoba keberuntungan dengan mengadu nasibnya dalam pemilihan gubernur DKI lewat kendaraan partai politik, PDI Perjuangan. Dengan berduet dengan Ahok.

Berhasil terpilih sebagai gubernur DKI, Jokowi langsung merombak sistem pemerintahan yang sebelumnya kaku dan birokratis menjadi sistem pemerintahan yang fleksibel dan profesional di pelayanan rakyat. Tidak situ saja, Jokowi juga serius menanggulangi banjir yang sudah lama menjangkiti ibukota dengan membangun waduk , diiringi penggerukan endapan secara besar besaran di waduk, sungai , kali.

Kerja Jokowi begitu nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat DKI. Dilihat langsung oleh rakyat Indonesia pada umumnya. Maka masa gubernur Jokowi belum ada tiga tahun, rakyat Indonesia kepincut dan meminta jokowi mengajukan diri sebagai calon presiden. Syukurlah, Joko widodo mau menyanggupi permintaan rakyat.

Berduet dengan Jusuf Kalla dalam kapasitas Jokowi calon presiden dan Jusuf Kalla wakil presiden. Sempat timbul spekulasi dan kekuatiran di publik bahwa akan terulangnya matahari kembar. Seperti kita semua sudah tahu, pada jaman Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada periode 2004 – 2009, Jusuf Kalla sebagai wakil presiden begitu sangat mendominasi. Sehingga Jusuf Kalla dijuluki ” The Real President “. Dikarenakan Jusuf Kalla cepat bertindak dan cepat mengambil putusan di segala lini pemerintahan, tidak seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lamban dan peragu.

Jokowi bukannya takut berduet dengan Jusuf Kalla yang notabene politikus senior yang sangat berpengalaman. Saat kampanye pemilihan presiden, Jokowi malah percaya diri dan bilang Jokowi bekerja lebih ngebut lagi daripada Jusuf Kalla yang ngebut.

Setelah terpilih sebagai presiden Indonesia periode 2014-2019, omongan ” bernada sombong ” Jokwi ternyata terbukti dan bukan bualan. Bahkan Jusuf Kalla terlongong longong dan mengakui kerja Jokowi nan super ngebut. Jusuf kalla cepat tenggelam di balik kengebutan Jokowi malahan. Pengakuan Jusuf Kalla bisa dibaca di :

http://m.metrotvnews.com/read/2014/05/29/247098

Super ngebut di segala bidang, sesuai moto / prinsip Jokowi yaitu kerja …kerja…kerja… Kerja yang paling masuk akal dalam menyelesaikan segala permasalahan dengan cepat di negara, terutama pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tidak hanya di pulau Jawa, dan merata di semua daerah dalam satu Negara. Di Sumetera juga dibangun infrastruktur. Tidak hanya Jawa dan Sumatera, Papua juga kebagian. Kalimantan, Sulawesi , Nusa tenggara Timur juga kebagian. Pulau terkecil , terluar yang biasanya kurang diperhatikan , sekarang dipastikan dibangun infrastruktur.

Infrastruktur yang dibangun sangat vital dan strategis menunjang pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan infrastruktur menjadi solusi atas masalah masalah yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan yang selama ini membelenggu sebagian penduduk Indonesia. Pembangunan infrastuktur didorong merata ke dalam kawasan perbatasan , kawasan pulau terluar, kawasan tertinggal dan kawasan pedesaan. Infrastruktur yang sangat penting dan vital seperti jalan, jembatan, bandara udara, irigasi, penyediaan air bersih.

Medan di Papua begitu sulit ditembus bikin presiden sebelum sebelumnya sudah takut dan tidak percaya diri. Tetapi semangat Jokowi terlecut dalam menerobos medan sulit dan lebat. Hambatan berhasil dilalui dan sudah dibangun jalan transportasi yang lebar lebar mirip jalan tol di perbukitan /hutan / pegunungan. Jalan transportasi baru beberapa kilometer , sudah menunjukkan keseriusan pemerintah dan perhatian pemerintah kepada Papua yang sebelumnya diperlakukan sebagai anak tiri/anak buangan oleh pemerintah sebelum sebelumnya. Pemerintah sebelum sebelumnya hanya mau ambil untung saja dari Papua yaitu emas, tetapi tidak ada kepedulian sedikitpun terhadap kesejahteraan orang di Papua.

Orang Papua sekarang baru merasa diperhatikan pemerintah , sehingga tidak akan punya pikiran memisahkan diri dari Indonesia. Makin sayangi Jokowi , juga makin kuat integrasi Papua ke Indonesia.

Jokowi punya rencana memastikan emas dikeruk di Papua yang hasilnya disisihkan untuk Papua. Papua bisa merasakan manfaat langsung dari kekayaan alam di daerahnya sendiri. Jalan transportasi di Papua sepanjang 4.330 km sedang dibangun , sudah mencapai kurang lebih 65 %. Ditargetkan selesai 100% pada dua tahun lagi , yaitu tahun 2019. WOOOW, medan sudah sulit ,apalagi harus 4.330 km jalan dibangun dalam waktu terlalu singkat cuma 4 tahun, sudah termasuk terlalu ngebut.

Pulau terluar berhadapan langsung dengan Negara tetangga , luasnya tidak seberapa. Pulau terluar Indonesia di Utara seperti Pulau Anambas , di utara seperti Pulau Miangas, Pulau Sebatik, di barat seperti Pulau Leti dan masih banyak lagi. Penduduknya juga tidak banyak. Tetapi dapat perhatian penuh dari pemerintah dengan dibangunnya bandara udara bagus. Mempertegas kepemilikan pulau di wilayah Indonesia. Sebenarnya kita kaget, tahu tahu bandara udara sudah jadi dan diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Masih ada ngebut lagi pembangunan gerbang perbatasan Indonesia dengan Negara tetangga di berbagai wilayah. Toh semuanya sudah selesai dengan megahnya gedung yang berdiri dengan lambang negara Pancasila. Gedung perbatasan yang dinamai Pos Lintas Batas Negara ( PLBN ) di Entikong, Kalimantan barat terlihat mewah dibandingkan dengan gedung perbatasan di Malaysia. Padahal sebelumnya PLBN di Entikong, Kalimantan Barat seperti kandang kambing. Terusik harga diri Presiden Jokowi, apalagi menyangkut kedaulatan Negara besar bernama Indonesia. Maka Jokowi perintahkan menterinya bikin gedung perbatasan yang mewah dan berkelas bintang lima.

Ada enam PBLN lagi yaitu :

PLBN Aruk , Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
PLBN Nanga Badau , Kapupate Kapuas Hulu , Kalimantan Barat.
PLBN Mota’ain , Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
PLBN Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
*Plbn Motamasin , Kabupaten Malaka , Nusa Tenggara Timur; dan
PLBN Skouw, Kota Jayapura , Papua.

Masih banyak lagi pembangunan , pasti dikebut. Agar segera bisa dimanfaatkan sebesar besarnya oleh rakyat dan Negara. Begitu infrastruktur tersedia dan lengkap, pastilah mudah menarik investasi. Seperti perusahaan besar besar dari Negara maju tertarik menanam investasi atau membangun pabrik di Indonesia. Dan akhirnya Indonesia diuntungkan dan modal yang tadi dikeluarkan untuk biaya pembangunan infrastruktur bisa kembali dalam waktu 10-25 tahun. Dari pabrik pabrik tadi, terciptalah lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dan memberi pendapatan pajak kepada negara.

Uang negara boleh habis dipakai untuk membangun infrastukur , bahkan pakai hutang juga boleh. Karena hutang produktif, toh pasti kembali tidak seperti hutang di masa pemerintahan sebelum sebelumnya hanya dipakai untuk subsidi BBM, mana mungkin bisa kembali. Dan terbuang percuma lewat asap asap knalpot yang akhirnya menghilang.
Maka kita sebagai rakyat bangga punya Presiden Joko widodo dan memberi penghargaan kepada Presiden Joko widodo dengan predikat ” Bapak Pembangunan Fenomenal “. Otak cangkok saya lebih memilih predikat ” Bapak Pembangunan Super Ngebut “, karena serasa pas dengan prinsip Jokowi yang maunya cepat beres dan cepat selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *