Sebut Ahok Terbaik di Generasinya
NEWS PERISTIWA POLITIK

Sebut Ahok Terbaik di Generasinya

Sebut Ahok Terbaik di Generasinya

PertiwiNews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mencabut gugatan banding atas vonis dua tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) dalam kasus penistaan agama. Dengan demikian, maka mantan Gubernur  DKI Jakarta itu kini berstatus narapidana. Meski berstatus narapidana,  namun Ahok di mata pengamat politik Arbi Sanit, tetap dianggap sebagai sosok negarawan sejati.  Bahkan ia menyebut Ahokadalah  pemimpin terbaik  di generasinya .

Hal itu lantaran Ahok dinilai sebagai pemimpin yang luar biasa selama menjadi orang nomor satu di ibukota, dalam hal ini kontribusinya membangun Jakarta.Begitu juga sikap Ahok yang dengan lapang dada mengikuti semua proses hukum, hingga akhirnya menghentikan upaya banding dan bersedia mendekam di penjara dengan mengorbankan segalanya agar tidak ada lagi pro dan kontra soal dirinya yang dapat memicu konflik, apalagi di bulan puasa saat ini , menjadi alasan Arbi menyebutnya sebagai negarawan sejati.

“Ini kan ya ampun, ini manusia benar-benar manusia, benar-benar negarawan besar, benar-benar pemimpin sejati . Saya katakan, generasi dia ini gak ada yang menandingi satu pun. Dari kemampuan memimpin sampai kepada pengorbanan terhadap negara, dia korbankan dirinya,” kata Arbi kepada Netralnews.com, Kamis (8/6/2017).

“Dia memilih mengorbankan dirinya,di bandingkan kepentingan dia, mengorbankan harga dirinya, keluarganya, demi kepentingan negara. Agar negara ini jangan ribut dan ricuh. Saya pikir itu yang paling pokok dalam sikap dia,” ujarnya.

Sebelumnya, JPU resmi mencabut banding vonis Ahok pada Selasa (6/6/2017) sore di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. JPU awalnya mengajukan banding lantaran tidak satu sikap dengan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengenai pasal yang digunakan dalam menjatuhkan vonis kepada Ahok.

Hakim memvonis Ahok dua tahun penjara dengan menggunanakan Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama,namun sementara jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun, menggunakan Pasal 156 KUHP.

Dengan dicabutnya permohonan banding ini maka Ahok dinilai sudah berstatus narapidana, karena Ahok juga sudah mencabut upaya bandingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *