Teguran Presiden di Tengah Isu Reshuffle
GAYA HIDUP NEWS PERISTIWA POLITIK

Teguran Presiden di Tengah Isu Reshuffle

Teguran Presiden di Tengah Isu Reshuffle

PertiwiNews.com – Di tengah derasnya isu reshuffle kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur enam menterinya. Ada yang ditegur terkait peraturan yang menghambat investor, ada juga karena dianggap tak bisa melakukan pembaruan. Saat memberikan sambutan dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Senin,
24 Juli 2017, Jokowi menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius  Jonan serta Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Siti Nurbaya.

“Pada permen-permen, baik di kehutanan dan lingkungan hidup, di ESDM, misalnya, yang saya lihat dalam satu-dua bulan ini,
direspons tidak baik oleh investor karena dianggap itu menghambat investasi,” katanya.

Sepekan kemudian, giliran Menteri BUMN Rini Soemarno yang kena tegur. Presiden mengingatkan agar BUMN-BUMN benar-benar mengutamakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Baca Juga : CARRAGHER : ANTONIO CONTE AKAN DI PECAT CHEALSEA

“Saya masih melihat, saya ulangi, di BUMN-BUMN, terutama yang gede-gede, masih banyak yang belum melihat TKDN ini,”
kata Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Sehari kemudian, Siti Nurbaya kembali kena tegur. Kali ini Presiden menyoroti pengelolaan hutan yang dinilai tak ada pembaruan.
“Dalam sekian tahun ini, mohon maaf, pengelolaan hutan kita pada posisi yang monoton,
yang rutinitas, yang tidak ada pembaruan di situ,”
kata Jokowi di gedung Manggala Wanabakti, Rabu (2/8/2017)

Saat menghadiri Rapimnas Partai Hanura di Bali, Jumat (4/8/2017), Jokowi sempat menyentil dua menteri bidang pendidikan, Muhadjir Effendy dan M. Nasir. Kepada keduanya, Presiden meminta ada reformasi pendidikan di Indonesia yang dapat merespons setiap perubahan di dunia.

“Mendikbud, Mendikti (Menristekdikti) itu sangat harus sangat responsif terhadap perubahan-perubahan yang ada di global maupun perubahan-perubahan yang kita hadapi di negara kita,” ujarnya.

Apakah teguran atau sentilan itu isyarat para menteri terkait akan dicopot atau digeser? Sejauh ini tentu cuma Jokowi yang tahu.

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai teguran Jokowi itu bukan sebagai kode bahwa para menteri tersebut akan diganti. Dia mencontohkan pada reshuffle kabinet jilid II Agustus 2016, Jokowi tak memberikan kode bahwa Anies Baswedan akan dicopot dari jabatan Mendikbud.

Begitu juga ketika Luhut Pandjaitan akan digeser dari Menko Polhukam menjadi Menko Kemaritiman. “Dulu, ketika reshuffle jilid II tidak ada kode-kode, tuh,” kata Arya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *