Teka Teki Tato 420 di Tangan Ello
AGEN TERPERCAYA GAYA HIDUP Kesehatan NEWS PERISTIWA

Teka Teki Tato 420 di Tangan Ello

Teka Teki Tato 420 di Tangan Ello

PertiwiNews.com – Istila 420  Dikutip dari express.co.uk, Jumat (11/8/2017), Ello angka 20 April atau 420 merupakan hari libur penting bagi pengguna ganja atau marijuana
untuk bertemu pukul 4:20 sore pada 20 April guna merayakan budaya ganja.Sementara time.com menulis, ada banyak versi tentang 420.
Salah satu versi menyebutkan, angka 420 merupakan kode di antara polisi untuk menyebut orang yang tengah merokok marijuana.

Versi lain menganggap, kode 420 ada kaitannya dengan hari lahir pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Dari sekian versi itu, yang paling terkenal adalah kode 420 yang dikaitkan dengan sebuah geng anak SMA di California,
Amerika Serikat. Geng itu beranggotakan lima orang, yakni Steve Capper, Dave Reddix, Jeffrey Noel, Larry Schwartz,
dan Mark Gravich.

Menurut cerita, demikian ditulis express.co.uk, 420 diambil dari kode yang dipakai oleh geng anak SMA tersebut untuk berburu ganja pada 1971.

Lima anak muda di Sekolah San Rafael di Marin County itu menamai geng mereka, Waldos, bertemu setiap hari pukul 4:20 pm (sore) di patung Louis Pasteur untuk memulai perburuan ganja.

Pada 2012, seorang anggota geng Waldos, Steve Capper yang sekarang sudah 63 tahun, mengatakan kepada Huffington Post, “Setiap anggota geng saling mengingatkan untuk bertemu pukul 4:20 di tempat yang sudah ditentukan, yakni Patung Louis.”

Belakangan kata 4.20 kemudian menjadi kode 4.20-Louis di antara anggota geng Waldos.

“Kami bertemu pukul 4:20 dan berada di mobil tuaku ’66 Chevy Impala, dan tentu saja kami langsung merokok. Mengisap (ganja) sepanjang jalan menuju Point Reye, sepanjang waktu di luar sana. Kami melakukannya minggu demi minggu”.

Menurut Capper, kode 4/20 kemudian menjadi istilah untuk ganja, dan istilah ini sudah menyebar di seantero California.

Pada akhir 1960-an, sebuah grup band rock Amerika, The Grateful Dead, pindah ke California dan berteman dengan Waldos.

Setelah itu, kode 4/20 kemudian menyebar di antara penggemar band tersebut di seluruh dunia, yang kemudian disorot oleh majalah budaya obat-obatan High Times.

Kode itu pun kemudian dipakai oleh majalah tersebut yang mengacu kepada ganja. “Saya mulai memasukkannya ke dalam semua yang kami kerjakan,” ujar mantan editor High Times, Steve Hager, kepada Huffington Post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *