Jasriadi Mengaku Eggi Sudjana Dewan Penasehat Saracen
KRIMINAL PERISTIWA POLITIK

Jasriadi Mengaku Eggi Sudjana Dewan Penasehat Saracen

Jasriadi Mengaku Eggi Sudjana Dewan Penasehat Saracen

PertiwiNews – Memang ini masih wacana dan belum dilegalkan, tetapi pengakuan Jasriadi, yang adalah Ketua kelompok atau grup Saracen, bahwa pengacara Eggi Sudjana adalah dewan penasehat tidak bisa dikesampingkan. Jasriadi dalam pengakuannya memang menyatakan bahwa struktur organisasi yng tersebar tersebut benar adanya..

Struktur organisasi yang tersebar tersebut memang menunjukkan nama Eggi Sudjana dan juga Mayjend Ampi sebagai dewan penasehat. Dalam struktur Jasriadi adalah sebagai Ketua kelompo Saracen. Kebenaran struktur ini juga sebelumnya sudah diklarifikasi oleh pihak kepolisian.

Dalam kesempatan wawancaranya, Eggi sudah menyangkali bahwa dirinya adalah dewan penasehat dari kelompok Saracen. Menurut Eggi, namanya dicatut. Karena menurutnya kelompok Saracen tersebut adalah kelompok pemecah belah dan anti Islam. Eggi menolak jika nanti dirinya diminta menjadi saksi.

Padahal kalau mau masalah ini selesai, Eggi harusnya tidak perlu takut kalau dipanggil menjadi saksi. Kan tinggal bilang saja kalau namanya dicatut dan aman tentram melenggang pergi. Tetapi apakah memang benar Eggi tidak terlibat?? Sayangnya, kalau menurut pengakuan Jasriadi, nama Eggi benar adanya.

Eggi akan sulit mengelak lagi kalau Jasriadi dan kawan-kawannya yang sudah tertangkap konsisten dan mengakui keterlibatan Eggi tersebut. Karena kalau kita melihat bagaimana Jasriadi akhirnya tertangkap pasti tidak lepas dari pengakuan Sri Rahayu Ningsih (Nysasmita) yang terlebih dahulu tertangkap. Jadi, tinggal berharap saja Jasriadi dan Sri mau menjadi saksi atas nama Eggi.

Eggi Sudjana yang selevel dengan Rizieq Shihab

Tetapi apakah hal ini akan dengan mudah menjerat Eggi yang namanya sudah sangat terkenal sebagai tukang provokator?? Eggi yang selevel dengan Rizieq Shihab dalam hal memprovokasi dan menggiring isu terkenal sulit untuk dijerat. Bayangkan saja sudah berapa kali ganti Presiden nama Eggi sulit tersentuh.

Kalau Rizieq terpaksa “diijinkan” kabur, lalu apa yang akan terjadi kepada Eggi?? Apakah Eggi punya posisi tawar tinggi untuk lepas dari jeratan hukum ini?? Ataukah akan melakukan perlawanan hukum yang hanya akan menghasilkan hukuman bagi dirinya??

Terakhir memang Eggi akan menyiapkan langkah hukum untuk menyangkali keterlibatannya. Tetapi tindakan Eggi ini ternyata malah menyasar ke orang lain. Eggi menyiapkan tim hukum untuk menggugat Ketua Bidang Hukum DPN Seknas Jokowi, Dedy Mawardi. Aneh sih memang, tetapi jadi jelas sebenarnya kalau Eggi inginnya menyerang orang Jokowi.

Lalu apakah kalau melihat pengakuan ini Eggi akan menggugat Jasriadi?? Saya pikir hal tersebut tidak akan dilakukannya. Sejak kapan ada kawan melaporkan kawannya?? Jasriadi ini saja yang kepolosan menyebutkan kebenaran struktur tersebut. Entah mau menggiring Eggi atau memang strategi supaya dia dibela Eggi sampai saat ini belum bisa ditebak.

Eggi Sudjana Akan Memenuhi Pangilan Kepolisian

Menarik kita nantikan pergerakkan yang akan dilakukan oleh Eggi selain upaya hukum ini. Akankah dia akan memenuhi panggilan kepolisian saat akan dipanggil untuk mengklarifikasi struktur organisasi Saracen tersebut?? Apakah akan melakukan strategi kaki seribu seperti Rizieq yang sampai saat ini tidak kembali ke Indonesia??

Menarik untuk ditunggu bagaimana kelanjutan kasus ini. Saracen memang kita harapkan bisa diusut sampai ke pucuk-pucuknya tetapi keraguan masih saja menyelimuti karena adanya dua nama seperti Eggi Sudjana dan Mayjend Ampi yang sepertinya akan sangat sulit disentuh oleh pihak kepolisian.

Akan menjadi sebuah prestasi luar biasa kalau pihak kepolisian bisa menangkap satu saja dari dua dewan penasehat tersebut. Kalau bisa memilih, maka nama Eggi Sudjana adalah pilihan terbaik. Kalau Eggi ini bisa ditahan, maka Pilpres 2019 sedikitnya bisa redam dari kelakuan provokatif Eggi.

Dan pastinya juga akan membuat para pelaku lain berpikir ulang jika mau melakukan aksi menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian seperti yang dilakukan oleh Eggi dan teman-teman. Kini adalah saatnya polisi menjerat mereka. Selagi Kapolri masih dipegang oleh Tito Karnavian.

Hoax harus dilawan dan jangan dibiarkan. Bangsa ini sudah mengalami episode menyakitkan di Pilkada Jakarta yang menyebabkan kita semua terpecah belah. Bahkan sesama umat pun saling ancam. Kalau ada yang anggap tertangkapnya para pelaku di grup Saracen ini adalah hal sepele, maka mereka harus melihat kembali betapa mengerikannya Pilkada Jakarta.

Sudah cukup kita diadu domba. Tuntaskan dengan tangkap para penyebar berita Hoax, isu SARA dan ujaran kebencian. Say No To Hoax.

Sumber Berita : seword.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *