Kenyataan Sebenarnya yang Terjadi di Rohingya
NEWS PERISTIWA POLITIK

Kenyataan Sebenarnya yang Terjadi di Rohingya

Kenyataan Sebenarnya yang Terjadi di Rohingya

PertiwiNews.com – mungkin bahasa yang saya gunakan kali ini agak kasar jadi harap di pahami bahwa Kenyataan itu tidak selalu manis,
jika mengingikan hal yang manis dan selalu manis maka dengarkanlah angan-angan bukan kebenaran. saya tidak akan menyebutkan muslim
rohingya karena sesungguhnya yang ada di sana tidak hanya muslim tapi berbagai etnis dan juga agama, untuk meng umum kan
penyebutan saya menggunakan kata “rohingya”.

etnis rohingya memiliki sejarah yang simpang siur, ada yang menyebutkan kalau mereka adalah rakyat banglades yang melarikan diri dan menetap
di wilayah myanmar, tapi sejarah yang lain mengatakan kalau etnis rohingya ini merupakan penduduk asli myanmar yang mendiami daerah yang
bernama rakhine sejak abad 19 saat myanmar masih dalam jajahan inggris, namun saat myanmar merdeka tahun 1948 etnis rohingya
tidak di akui sebagai warga negara.

BACA JUGA : Buket Bunga Satu Ini Gak Biasa, Check This… .

ada beberapa alasan yang mungkin kenapa etnis ini tidak diakui, selain asal usul keberadaannya ada beberapa hal yang paling penting
dan ini sering terlupakan oleh kita, karena yang selalu kita lihat hanya apa yang terekam oleh kamera jurnalis yang tidak
sepenuhnya mewakili kebenaran.

5 Kenyataan yang ada sebenarnya

1. banyak dari mereka yang tidak bisa hidup berdampingan dengan etnis lain sehingga dalam kesehariannya sering terjadi konflik2 antar etnis,

2. banyak dari mereka yang terlalu angkuh dengan dirinya, merasa paling benar, dan ingin menang sendiri, sehingga mereka memandang selain
mereka adalah salah, dan cendrung terlibat kelompok perusuh bersenjata.

3. pemerintah myanmar tahun 2014 memberikan solusi kepada mereka agar bisa menjadi warga myanmar seutuhnya dengan mengakui mereka
sebagai keturunan warga bangladesh, namun mereka banyak yang menolak.

4. ketidak jelasan kewarga negaraan membuat pemerintah myanmar tidak bisa berbuat banyak, karena hukum negara itu sendiri hanya
menjamin mereka yang memiliki kewarga negaraan, akses publik seperti sekolah dan rumah sakit pun mereka tidak bisa.

5. setiap yang terjadi dengan mereka selalu dikaitkan dengan muslim, entah apa maksudnya saya tidak begitu paham, apakah untuk
mendapatkan perhatian umat muslim dunia, atau lain hal.

tidak ada satupun agama di dunia ini yang membenarkan kekerasan, ika dalam diri terpatri rasa benci dengan etnis atau agama lain tentu
dimanapun berada akan selalu ada konflik, makanya indonesia memakai pancasila sebagai dasar negara agar bisa menaungi berbagai etnis
dan agama dalam satu  kesatuan indonesia, kebenaran dalam hal agama adalah urusan keyakinan masing-masing yang tidak bisa dipaksakan,
kalau kita memaksa maka hanya ada 1 masa depan yaitu kehancuran.

jadi kesimpulannya adalah etnis apapun kita, agama apapun kita, berada dimanapun kita selama kita saling menghormati dan menghargai maka tidak akan ada konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *