Dokter Koboi di Gandaria City Mall
KRIMINAL NEWS

Dokter Koboi di Gandaria City Mall

Dokter Koboi di Gandaria City Mall

PertiwiNews.com – Polisi menyita senjata api yang dibawa tersangka Dr Anwari saat diduga menganiaya petugas parkir di mal Gandaria City (Gancit) pada Jumat lalu.Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, senjata tersebut berjenis
Walther 32 mm. Kepada penyidik, tersangka mengaku memperoleh senjata tersebut dari seorang rekannya.

“Yang bersangkutan mengaku senjata itu diberikan oleh salah seorang rekannya. Dan itu sudah lama sekali, kurang lebih tahun 2000, “kata Kombes Iwan, Jakarta, Minggu (8/10/2017). Dia melanjutkan, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait asal senjata api tersebut.

“Untuk senjata, kita masih dalam pendalaman penyelidikan dari penyidik untuk mengetahui asal usulnya dari mana,” ujar Iwan. Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen TNI Alfert Denny Tujuh memastikan tersangka bukanlah anggota TNI AD. Dia mengungkapkan, senjata api yang dibawa tersangka juga bukan senjata yang dipakai TNI AD.

“Senjata yang digunakan bukan senjata organik TNI AD,” ungkap Brigjen Alfert.

Sudah Jadi Tersangka

Penyidik Polsek Kebayoran Lama resmi menetapkan Anwari menjadi tersangka penganiayaan terhadap petugas parkir di Mal Gandaria City (Gancit). Penganiayaan yang diduga dilakukan dokter tersebut terjadi Jumat 6 Oktober lalu.

“Sudah tersangka,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap Anwari. Dia mengatakan, penyidik sudah berkoordinasi dengan pihak TNI terkait kasus tersebut. Dia pun memastikan tersangka bukan anggota TNI.

“Murni kasus penganiayaan, tidak ada kaitan sama TNI,” imbuh Iwan.

Polisi menjerat dr Anwari dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 335 KUHP tentang pemakaian kekerasan atau ancaman kekerasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Alfref Denny Tuejeh, membantah lelaki yang terekam dalam CCTV sebagai anggota TNI. “Memang betul ada informasi kejadian seperti itu dan kalau melihat nomor mobilnya, itu plat nomor satuan jajaran TNI. Tetapi hasil konfirmasi saya bahwa nama pelaku tidak ada di jajaran TNI,” katanya kepada wartawan Sabtu (7/10.2017).

Denny mengatakan, pelaku memiliki istri yang bekerja sebagai dokter dan tercatat sebagai PNS di RSPAD Gatot Subroto. Menurutnya, tindakan pria itu taak ada kaitannya dengan instituri TNI. “Saya tegaskan bahwa prajurit tidak boleh arogan, apalagi sampai mengeluarkan senjata dan menembak,” kata Denny.

“Kalau ada prajurit TNI AD yang bersikap dan bertindak di luar kepantasan sehingga menyalahi aturan, maka saya pastikan itu diproses dan dikenai sanksi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *