KPK Geledah Rumah Ketua PT Manado
KRIMINAL NEWS POLITIK

KPK Geledah Rumah Ketua PT Manado

KPK Geledah Rumah Ketua PT Manado

PertiwiNews – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.
Selain rumah dinas, kantor Ketua PT Manado yang terletak di jantung Kota Manado juga ikut digeledah. Dengan pengawalan ketat
aparat dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, penyidik KPK yang terbagi dalam dua tim mulai menggeledah rumah dinas sejak
pukul 12.30 Wita. Sekitar 30 orang penyidik memeriksa lokasi pertama untuk kemudian bergerak ke kantor PT Manado.

“Sudah sejak siang tadi penggeledahan ini dilakukan. Terutama di ruangan Ketua PT Manado,” ujar salah satu pegawai PT Manado
yang ditemui, Minggu (8/10/2017) sore.Dia mengungkapkan, tidak menyangka Ketua PT Manado terjerat kasus Korupsi, karena
sebelumnya pada awal September 2017 lalu, PT Manado baru saja melakukan penandatanganan pakta integritas tentang wilayah
pengadilan tinggi bebas korupsi.

“Namun disesalkan Ketuanya yang terkena OTT kasus dugaan suap,”ujar dia.

Pantauan di kantor PT Manado hingga Minggu sore pukul 17.00 Wita, penyidik KPK masih berada di dalam kantor PT Manado. Sementara, puluhan aparat polisi menjaga ketat kantor PT Manado.

Jadi Tersangka Suap

Sementara itu, Ketua PT Manado Sudiwardono (SDW) dan anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha (AAM)
langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) berbeda oleh penyidik KPK.Penahanan keduanya dilakukan selama 20 hari pertama
pasca-penetapan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan penanganan putusan perkara korupsi.

“Tersangka AAM ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK, dan SDW di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang
berlokasi  di Pomdam Jaya Guntur,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu pagi. Sebelumnya, KPK menetapkan
anggota Komisi XI DPR fraksi Golkar Aditya Anugrah Moha dan Ketua PT Manado Sudiwardono sebagai tersangka dugaan suap penanganan
putusan perkara korupsi.

Aditya menjanjikan uang kepada Sudiwardono sebesar SGD 100 ribu atau setara dengan Rp 1 miliar.

Penyuapan dilakukan agar ibunda Aditya, Marlina Moha Siahaan yang tersandung kasus korupsi, dibebaskan di tingkat banding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *