Proyek Kereta Jokowi yang Disindir
EKONOMI NEWS PERISTIWA

Proyek Kereta Jokowi yang Disindir

Proyek Kereta Jokowi yang Disindir

PertiwiNews.com Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo menuding proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek bohongan atau disebutnya
dengan istilah ‘kecebong’ yang merupakan kependekan dari ‘Kereta Cepat Bohong-bohongan’.

Alasan dia menyebut proyek ini proyek bohongan lantaran proyek ini hanya dijalankan demi kepentingan pengembang sehingga
dianggap tak sepenuhnya demi kebutuhan masyarakat.

Proyek ini sendiri telah diinisiasi sejak tahun 2008, namun dengan rute Jakarta-Surabaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun
detikFinance, Kamis (2/11/2017), proyek tersebut digagas oleh Bappenas bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Namun karena dibutuhkan dana yang sangat besar, maka Bappenas membagi pembangunannya dalam dua tahap dengan rute
Jakarta-Bandung yang dibangun terlebih dahulu.

Jepang sendiri menjadi yang pertama mengungkapkan ketertarikan mereka untuk ikut serta dalam tender proyek ini, sebelum
akhirnya proyek ini justru jatuh ke China lantaran menawarkan pembiayaan yang lebih rendah dan tanpa adanya jaminan dari pemerintah.

Pada Januari 2016, pembangunan kereta cepat akhirnya dimulai, ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan langsung
oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini dilakukan lewat semangat membangun infrastruktu demi menunjang pertumbuhan
ekonomi, terutama peningkatan pendapatan per kapita yang signifikan bagi masyarakat yang berada di jalur yang dilalui proyek ini.

Kereta cepat Jakarta-Bandung akhirnya dibangun dengan biaya US$ 5,573 miliar dolar oleh PT Kereta Cepat Indonesia
Cina yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business.

Namun demikian, proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2019 ini masih tertunda pengerjaannya lantaran dana
pinjaman dari China tak kunjung cair.

Presiden Jokowi bahkan sudah menegur dua kali soal perkembangan terkini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Jokowi
ingin Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain terkait pembangunan transportasi massal yang canggih.

Jokowi mengungkapkan kekesalannya lantaran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah dimulai sejak dua tahun
lalu sampai saat ini pembangunannya belum juga terlihat.

Jokowi menegaskan, tujuan pemerintah membangun banyak infrastruktur dikarenakan untuk mengintegrasikan daerah satu
dengan yang lainnya. Apalagi, negara-negara tetangga telah banyak yang menyalip Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Ya kalau berhitung bisnis pasti rugi ya namanya transportasi masal seperti itu. Kalau hitungannya bisnis. Kalau kalau hitungannya
ekonomis atau tidaknya, benefitnya bagi negara apa. Ya pasti untung. Setiap tahun kita rugi hilang yang kita Rp 27 triliun di Jakarta
karena macet,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini pinjaman tahap pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun dari
total US$ 5,9 miliar tak juga terlihat.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Bintang Perbowo, sempat mengungkapkan pinjaman tahap pertama tersebut akan cair
akhir bulan Juli lalu namun hingga kini tak juga kelihatan. Pencairan pinjaman tahap pertama senilai US$ 1 miliar rencananya
akan diberikan setelah beberapa kelengkapan administrasi dipenuhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *